Rabu (26/11/2025) di Azizah Hotel Kendari.
SATYABERITA - Acara ini menjadi momentum penting bagi LIRA Sultra untuk merumuskan program kerja tahun 2026 dan periode kepemimpinan selanjutnya, dengan fokus utama pada kolaborasi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) dan seluruh stakeholder dalam mengawal serta menyukseskan program-program nasional di Bumi Anoa.
Rakerwil ini dihadiri langsung oleh Presiden LIRA DPP, Andi Syafrani, bersama jajaran bupati dan walikota LIRA se-Sultra.
Kehadiran perwakilan dari Kejaksaan, Kepolisian, Korem, serta berbagai organisasi kepemudaan dan pers juga menjadi penegas sinergi kemitraan yang ingin dibangun.
Gubernur LIRA Sultra, Jefri Rembasa dalam sambutannya, menegaskan bahwa Rakerwil ini sangat berharga untuk merumuskan program LIRA yang jelas dan mampu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi, Pemda, serta stakeholder terkait.
Jefri Rembasa menekankan bahwa Sultra yang kaya akan keragaman suku dan pemikir menuntut adanya keterlibatan banyak pihak, dan bukan hanya Pemda dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang memikirkan daerah secara tunggal.
Ia menyoroti peran LIRA sebagai salah satu Ormas terbesar yang telah puluhan tahun hadir di Indonesia dan tercatat dalam rekor MURI.
Titik fokus lain yang diungkapkan secara terbuka adalah terkait kemitraan dengan Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kepolisian dan Kejaksaan.
Jefri Rembasa mengungkapkan keprihatinan atas sejumlah laporan anggota LIRA yang mayoritas tidak ditindaklanjuti.
“Inilah kami berharap bahwa Forkopimda kita harus transparan, apa alasannya sehingga laporan LIRA tidak ditindaklanjuti dan hal seperti ini bisa dikerjasamakan,” tegasnya.
Meskipun demikian, kehadiran perwakilan APH dalam Rakerwil dilihatnya sebagai bukti keseriusan untuk bermitra dan mendukung kegiatan LIRA di daerah.
Menutup sambutannya, Jefri Rembasa menyampaikan harapan agar sinergi ini tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terwujud dalam kolaborasi nyata untuk mengawal pembangunan daerah.
“Banyak hal ke depan yang bisa kita pikirkan untuk kemajuan Sultra, banyak ide-ide untuk kemudian menuntaskan persoalan pangan di bumi anoa,” katanya.
Program-program nasional seperti penuntasan persoalan pangan, program Koperasi Merah Putih, dan MBG (Membangun Desa) juga menjadi perhatian utama LIRA.
Jefri Rembasa menegaskan bahwa bukan hanya Pemprov yang memikirkan program tersebut, tetapi LIRA dan organisasi lain yang hadir harus berperan aktif agar program tersebut bermanfaat bagi masyarakat. (AR)
Komentar0